Konsep Dan Teori Timeline,
Trendlines, Waterfall
2.1 Timeline
Timeline adalah bagan yang menggambarkan bagaimana seperangkat sumber daya
yang digunakan dari waktu ke waktu. Jika Anda mengelola sebuah proyek perangkat
lunak dan ingin menggambarkan siapa yang melakukan apa dan kapan, atau jika
Anda mengatur sebuah konferensi dan perlu menjadwalkan ruang rapat, garis waktu
sering merupakan pilihan visualisasi yang wajar. Salah satu jenis populer
Timeline adalah grafik Gantt atau biasa kita sebut Gantt Chart.
2.1.1 Gantt Chart
Gantt Chart adalah sejenis grafik batang (Bar Chart) yang digunakan untuk
menunjukan Tugas-tugas pada Proyek serta Jadwal dan waktu pelaksanaannya,
seperti waktu dimulainya tugas tersebut dan juga batas waktu yang digunakan
untuk menyelesaikan tugas yang bersangkutan. Orang atau Departemen yang
ditugaskan untuk menyelesaikan Tugas dalam proyek juga harus dituliskan dalam
Gantt Chart.
Beberapa sebutan lain untuk Gantt Chart diantaranya adalah Milestones
Chart, Project Bar Chart dan juga activity chart. Gantt Chart yang dikembangkan
oleh Henry Laurence Gantt pada tahun 1910 ini pada dasarnya adalah suatu
gambaran atas perencanan, penjadwalan dan pemantauan (monitoring) kemajuan
setiap kegiatan atau aktivitas pada suatu proyek.
Gantt chart adalah metode sederhana dan powerful yang sering digunakan
dalam merencanakan dan memonitor project atau aktivitas. Bentuknya yang
sederhana dan mudah dimengerti membuat Gantt Chart menjadi salah satu metode
favorit yang paling banyak digunakan saat ini. Gantt Chart menggambarkan sebuah
project / aktivitas dengan grafik batang yang terintegrasi dengan waktu kapan
aktivitas tersebut di mulai dan kapan aktivitas akab berakhir. Ini adalah
metode / alat yang sangat mudah jika Anda ingin melihat perkembangan project /
aktivitas yang sedang direncanakan / berjalan. Meskipun kini Gantt Chart
dianggap sebagai metode yang umum, namun ketika pertama kali diperkenalkan
Gantt chart dianggap sebagai salah satu metode yang revolusioner. Metode ini
pertama kali dipopulerkan pada tahun 1896 oleh Karol Adamiecki yang menyebut
metode ini sebagai harmonogram. Ia baru mempublikasikan metode ini dalam bahasa
Polandia pada tahun 1931. Metode ini akhirnya dinamakan dengn Gantt Chart –
yang diambil dari nama Henry Gantt (1861–1919) yang mengembangkannya pada tahun
1910–1915. Gantt Chart pertama kali digunakan secara besar besaran pada perang
dunia I atas inisiatif Jendral William Crozier (1855-1942).
Beberapa praktisi mengatakan bahwa Gantt Chart hanya cocok digunakan untuk
proyek proyek dengan skala kecil hingga menengah. Untuk proyek besar dengan
aktivitas yang kompleks maka agak sulit untuk menampilkan semuanya dalam sebuah
Gantt Chart. Apalagi Gantt Chart hanya berfokus pada sisi manajemen saja yaitu:
waktu, biaya dan project scope. Sehingga pada beberapa kasus jumlah aktivitas tidak
selalu merefleksikan besarnya proyek yang dikerjakan.
Adapun beberapa keuntungan Gantt Chart ,meliputi sederhana, mudah dibuat
dan dipahami sehingga bermanfaat sebagai alat komunikasi dalam penyelenggaraan
proyek. Dapat menggambarkan jadwal suatu kegiatan dan kenyataan kemajuan
sesungguhnya pada saat pelaporan dan dapat digabungkan dengan metode lain.
Sedangkan kekurangan Gantt Chart meliputi sulit mengadakan
perbaikan/pembaharuan bila diperlukan dan tidak menunjukkan secara spesifik
hubungan ketergantungan antara satu kegiatan dengan kegiatan lain.
Gantt Chart merupakan diagram perencanaan yang digunakan untuk penjadwalan
sumber daya dan alokasi waktu (Heizer, Jay dan Render, Barry, 2006). Gantt
Chart adalah contoh teknik non-matematis yang banyak digunakan dan sangat
popular di kalangan para manajer karena sederhana dan mudah dibaca.
Gantt Chart dapat membantu penggunanya untuk memastikan bahwa (Heizer, Jay
dan Render, Barry,2006) :
·
Semua
kegiatan telah direncakan.
·
Urutan
kinerja telah diperhitungkan.
·
Perkiraan
waktu kegiatan telah tercatat.
·
Keseluruhan
waktu proyek telah dibuat.
Gantt chart merupakan salah satu metode dalam penjadwalan proyek. Metode
ini menggunakan tampilan yang mirip seperti jadwal pada umumnya. Gantt chart
adalah suatu alat yang bernilai khususnya untuk proyek-proyek dengan jumlah
anggota tim yang sedikit, proyek mendekati penyelesaian dan beberapa kendala
proyek. Gantt Chart adalah sejenis grafik batang (Bar Chart) yang digunakan
untuk menunjukan tugas-tugas pada proyek serta jadwal dan waktu pelaksanaannya,
seperti waktu dimulainya tugas tersebut dan juga batas waktu yang digunakan
untuk menyelesaikan tugas yang bersangkutan. Orang atau departemen yang
ditugaskan untuk menyelesaikan tugas dalam proyek juga harus dituliskan dalam Gantt
Chart.
Beberapa sebutan lain untuk Gantt Chart diantaranya adalah Milestones
Chart, Project Bar Chart dan juga activity chart. Gantt Chart yang dikembangkan
oleh Henry Laurence Gantt pada tahun 1910 ini pada dasarnya adalah suatu
gambaran atas perencanan, penjadwalan dan pemantauan (monitoring) kemajuan
setiap kegiatan atau aktivitas pada suatu proyek.
Gantt Chart merupakan salah satu alat yang sangat bermanfaat dalam
merencanakan penjadwalan dan memantau kegiatan pada suatu proyek,
mengkomunikasikan kegiatan-kegiatan yang harus dilaksanakan dan juga status
pelaksanaannya. Dalam Gantt Chart juga dapat dilihat urutan kegiatan ataupun
tugas yang harus dilakukan berdasarkan prioritas waktu yang ditentukan.
Karakteristik Gantt Chart
·
Gantt chart
secara luas dikenal sebagai alat fundamental dan mudah diterapkan oleh para
manajer proyek untuk memungkinkan seseorang melihat dengan mudah waktu dimulai
dan selesainya tugas-tugas dan sub-sub tugas dari proyek.
·
Semakin
banyak tugas-tugas dalam proyek dan semakin penting urutan antara tugas-tugas
maka semakin besar kecenderungan dan keinginan untuk memodifikasi gantt chart.
·
Gantt chart
membantu menjawab pertanyaan-pertanyaan “what if” saat melihat
kesempatan-kesempatan untuk membuat perubahan terlebih dahulu terhadap kebutuhan.
Keuntungan menggunakan Gantt Chart
·
Sederhana,
mudah dibuat dan dipahami, sehingga sangat bermanfaat sebagai alat komunikasi
dalam penyelenggaraan proyek. Gantt Chart sangat mudah dipahami, balok
horizontal (horizontal bar) dibuat pada tiap kegiatan proyek sepanjang garis
waktu.
·
Gantt Chart
digunakan untuk penjadwalan sederhana atau proyek-proyek yang kegiatannya tidak
terlalu berkaitan atau proyek kecil, sedangkan network untuk penjadwalan proyek
yang rumit.
·
Gantt Chart
juga dapat digunakan untuk penjadwalan operasi yang berulang.
·
Dapat
menggambarkan jadwal suatu kegiatan dan kenyataan kemajuan sesungguhnya pada
saat pelaporan.
·
Bila
digabungkan dengan metoda lain dapat dipakai pada saat pelaporan.
Kelemahan Gantt Chart
·
Tidak
menunjukkan secara spesifik hubungan ketergantungan antara satu kegiatan dan
kegiatan yang lain, sehingga sulit untuk mengetahui dampak yang diakibatkan
oleh keterlambatan satu kegiatan terhadap jadwal keseluruhan proyek.
·
Sulit
mengadakan penyesuaian atau perbaikan/pembaharuan bila diperlukan, karena pada
umumnya ini berarti membuat bagan balok baru.
·
Gantt Chart
tidak bisa secara eksplisit menunjukkan keterkaitan antara aktivitas dan
bagaimana satu aktivitas berakibat pada aktivitas lain bila waktunya terlambat
atau dipercepat, sehingga perlu dilakukan modifikasi terhadap Gantt chart.
Cara Membuat Gantt Chart
Gantt Chart merupakan grafik yang sederhana, Cara membuatnya juga cukup
mudah. Berikut ini adalah langkah-langkah dalam membuat Gantt Chart serta cara
penggunaannya.
·
Mengidentifikasikan
Tugas
Mengidentifikasikan Tugas yang perlu diselesaikan pada Proyek Menentukan
Milestone (bagian pekerjaan dari suatu tugas) dengan menggunakan Brainstorming
ataupun Flow chart. Mengidentifikasikan waktu yang diperlukan dalam
menyelesaikan suatu tugas. Mengidentifikasikan urutan pekerjaan ataupun tugas
yang akan dikerjakan. Seperti Tugas yang harus diselesaikan sebelum memulai
suatu tugas yang baru ataupun tugas tugas apa yang harus dilakukan secara
bersamaan (Simultan).
·
Menggambarkan
Sumbu Horizontal
Gambarkan sumbu horizontal untuk waktu pelaksanaannya (dapat diletakan
diatas atau dibawah halaman). Tandai dengan skala waktu yang sesuai (bisa dalam
harian maupun mingguan).
·
Menuliskan
Tugas ataupun Bagian Pekerjaan
Tuliskan Tugas atau bagian pekerjaan (milestone) yang akan dikerjakan
berdasarkan urutan waktu pada bagian kiri. Gambarkan Diagram Batang (Bar Graph)
untuk menunjukan rentang waktu yang diperlukan untuk melakukan tugas yang
bersangkutan. Gambarkan kotak dari kiri dimana waktu Tugas tersebut dimulai
sampai pada waktu tugas yang bersangkutan berakhir. Jika diperlukan presentasi
kepada Manajemen perusahaan, gambarkan bentuk Intan (Diamond) pada tanggalnya.
Gambarkan tepinya saja dan kotak tersebut jangan diisi.
·
Melakukan
Pemeriksaan kembali
Lakukan pemeriksaan kembali, apakah semua tugas atau bagian pekerjaan untuk
Proyek tersebut sudah tertulis semuanya ke dalam Gantt Chart. Menggunakan Gantt
Chart Saat Proyek sedang berlangsung, isikan gambar Intan (Diamond) ataupun
Grafik Batang pada Gantt Chart untuk menunjukan bahwa tugas yang bersangkutan
telah diselesaikan. Jika ada tugas masih berlangsung (in progress), estimasikan
kemajuan tugas yang bersangkutan dan isikan grafik batang sesuai dengan
kemajuan tersebut. Letakkan tanda vertical untuk menunjukan sejauh mana Proyek
ini sedang berlangsung.
Menggunakan Gantt Chart
1.
Saat proyek
sedang berlangsung, isikan gambar intan (Diamond) ataupun grafik batang pada
Gantt Chart untuk menunjukan bahwa tugas yang bersangkutan telah diselesaikan.
Jika ada tugas masih berlangsung (in progress), estimasikan kemajuan tugas yang
bersangkutan dan isikan grafik batang sesuai dengan kemajuan tersebut.
2.
Letakkan
tanda vertical untuk menunjukan sejauh mana proyek sedang berlangsung.
Figure 2.3:
Kolom pertama adalah stage bahwa item tertentu jatuh ke dalam ada tunda
achiever panduan proyek perbaikan misal mulai out. Tugas dan target kolom
terkait, dimana target adalah ukuran yang digunakan untuk menunjukkan bahwa
tugas tersebut telah disampaikan. Misalnya, tugas 'Studi Kelayakan dan target
terkait ', Studi kelayakan dianalisis dan ditandatangani oleh dewan eksekutif .
Kolom sumber daya, mungkin orang dan / atau keuangan yang diperlukan untuk
memberikan tugas.Terhadap tugas-tugas ini direncanakan tanggal mulai dan
selesai tanggal tugas diwakili oleh panah. Ini tidak menunjukkan berapa lama
tugas akan mengambil tetapi hanya membantu untuk mengidentifikasi apakah pengiriman
itu berada di trek. Jatuh di belakang jadwal dapat diwakili oleh panah merah
tambahan. Sebuah tugas selesai lebih cepat dari jadwal dapat diwakili dengan
membuat panah hijau.
Tujuan keseluruhan adalah bahwa individu dalam proyek bisa mendapatkan gambaran
visual cepat bagaimana tugas utama dalam proyek maju. Grafik ini dapat
digunakan sendiri untuk proyek-proyek sederhana atau untuk proyek-proyek yang
lebih kompleks dapat dibantu dengan lebih proyek rinci rencana misal rencana
dikembangkan di Microsoft Excel atau Microsoft Project.
2.2 Trendlines
Trendline merupakan alat yang sangat lazim digunakan dalam analisis
teknikal. Bahkan perannya sangat penting, karena strategi trading yang paling
baik itu adalah trading yang mengikuti tren pergerakan harga. Jika kita bisa
menggambar Trendline dengan tepat, maka garis tersebut bisa sama akuratnya
dengan metode trading yang lain.
GARIS TREND (TRENDLINE) Seperti yang kita ketahui bahwa pergerakan harga,
baik itu saham, mata uang, ataupun komoditas tidaklah selalu bergerak naik
terus-menerus ataupun turun terus-menerus, melainkan bergerak naik-turun secara
berulang-ulang sehingga akan menyerupai gerakan zig-zag. Di dalam pergerakan
yang zig-zag tersebut pastilah akan kita temui berbagai puncak top/high) dan lembah/dasar
(low) yang tinggi dan rendahnya berbeda-beda.
Pada bullish trend (uptrend/naik) misalnya, puncak dan lembah yang ada
seharusnya semakin lama akan semakin tinggi. Begitupula dengan bearish trend
(downdtrend/turun), puncak dan lembah yang terbentuk harusnya semakin lama akan
semakin rendah. Sedangkan pada keadaan sideways (trendless/menyamping) puncak
dan lembah yang terbentuk relatif akan sama tinggi dan rendahnya.
1.
Tren naik
(Uptrend) Sederhana saja: tren naik (Uptrend) adalah keadaan ketika harga sedang
bergerak naik. Tapi tetap ada prasyarat untuk menentukan bahwa pasar berada
dalam uptrend.
Prasyarat uptrend adalah adanya sederetan PEAK (puncak) yang semakin tinggi
dan TROUGH (lembah) yang juga semakin tinggi. Karena ada kata “sederetan”, maka
mestinya ada lebih dari satu. Artinya, minimal harus ada dua puncak DAN dua
lembah yang SEMAKIN TINGGI.
Tren turun (Downtrend) tidak perlu rumit-rumit: tren turun (Downtrend)
adalah keadaan ketika harga sedang bergerak turun. Tapi sebagaimana uptrend,
ada prasyaratnya juga.
Prasyarat downtrend adalah adanya sederetan PEAK (puncak) yang semakin
lembah dan TROUGH (lembah) yang juga semakin rendah. Karena ada kata
“sederetan”, maka harus ada lebih dari satu. Artinya, minimal harus ada dua
puncak DAN dua lembah yang SEMAKIN RENDAH.
Datar (Sideways) Sideway itu artinya pergerakannya bukan uptrend dan bukan
downtrend. Tetap ada naik dan turun tapi hanya terbatas di range tertentu.
Dengan kata lain, harus ada pada uptrend maupun downtrend tidak bisa kita temukan.
Untuk bisa menggambar Trendline dengan baik, tentu harus dikenali dulu
tren-nya. Pada keadaan uptrend, gambar Trendline dengan menghubungkan minimal
dua titik lembah (trough). Sedangkan pada keadaan downtrend, gambarlah
Trendline dengan menghubungkan minimal dua titik puncak (peak).
(Up Trendline)
Gambar di atas merupakan sebuah up Trendline yang ditarik menghubungkan dua
titik lembah. Pada saat ini, Trendline tersebut berperan sebagai support.
Tembusnya Trendline tersebut merupakan sinyal awal bahwa up trend kemungkinan
akan berakhir.
Gambar di bawah ini merupakan Trendline yang ditarik pada saat downtrend.
Di sini Trendline berfungsi sebagai resistance. Tembusnya Trendline tersebut
kemungkinan merupakan indikasi bahwa downtrend akan berakhir.
(Down Trendline)
Untuk Sideway gambarlah dua garis horizontal yang sebisa mungkin
masing-masing menghubngkan minimal dua puncak / lembah.
(Trendline)
Dari contoh gambar di atas kita bisa lihat bahwa dalam pergerakan harga
bisa terjadi beberapa kali perubahan tren. Perhatikan bahwa secara umum, gambar
di atas memperlihatkan tren naik yang kita sebut sebagai major trend.
Menggambar Garis Trend (Trendline) Garis trend atau trendline adalah garis
yang dapat menunjukkan kecenderungan arah harga dan berfungsi sebagai panduan
untuk menentukan arah trend. Trendline dapat dibentuk dengan cara menghubungkan
titik-titik tertentu pada riwayat pergerakan harga dalam charts. Titik-titik
yang dapat dijadikan acuan pembentukan trendline tidak lain dan tidak bukan
adalah titik-titik harga tertinggi (high) dan terendah (low) yang tercipta pada
pergerakan harga.
Pembentukan bullish trendline dapat dilakukan dengan cara menghubungkan
titik nilai harga terendah pada lembah-lembah yang terbentuk (titik L1 – L3
pada gambar 7). Sedangkan pembentukan bearish trendline dapat dilakukan dengan
menghubungkan titik nilai harga tertinggi pada harga puncak-puncak yang
terbentuk (H1 – H3 pada gambar 8).
Ingat, yang menjadi poin pada penarikan trendline adalah “puncak-puncak”
dan “lembah-lembah” yang terbentuk. Bullish trendline menggunakan titik harga
pada lembah-lembah yang terbentuk sedangkan bearish trendline menggunakan titik
harga pada puncak-puncak yang terbentuk.
Pembentukan trendline tak hanya bisa dilakukan pada trend bullish dan trend
bearish, melainkan bisa pula dilakukan pada trend sideways, yaitu dengan
menghubungkan titik nilai tertinggi pada puncak-puncak yang terbentuk (untuk
garis atas), serta menghubungkan titik nilai terendah pada lembah-lembah yang
terbentuk (untuk garis bawah). Seperti gambar di bawah ini:
Pada nantinya, setiap garis trend yang Anda tarik akan cenderung diuji
terus menerus oleh harga sehingga seolah-olah garis-garis tersebut dapat
menjadi penahan pergerakan harga. Dengan kata lain, trendline tidaklah berbeda
dengan garis psikologis yang akan dibahas pada bab SUPPORT & RESISTANCE.
Ada setidaknya empat hal yang perlu kita perhatikan berkaitan dengan
trendline ini:
1.
Trendline
yang valid menghubungkan paling tidak dua puncak atau lembah, namun untuk
mengkonfirmasi trendline itu sendiri kita membutuhkan titik puncak atau lembah
ke-tiga.
2.
Semakin
miring trendline yang kita gambar, maka tingkat kekuatannya akan semakin
berkurang dan akan semakin mudah tembus.
3.
Trendline
akan semakin valid jika semakin banyak titik yang dihubungkan olehnya.
4.
Jangan
memaksa untuk menggambar trendline yang di-“valid-valid”-kan. Kalau memang
tidak mungkin bagi Anda untuk menggambar trendline yang valid, carilah
alternatif lain. Intinya: jangan dipaksakan harus menggambar trendline, sebab
yang lebih penting adalah mengidentifikasi tren itu sendiri.
Channel merupakan salah satu alat dalam melakukan analisis yang merupakan
pengembangan dari Trendline. Cara menggambarnya juga cukup sederhana: Anda
tinggal “menduplikasi” Trendline yang telah Anda buat. Langkahnya, pertama kali
kita gambar terlebih dahulu Trendline sesuai dengan arah trennya.
Lalu, tariklah garis yang sejajar dengan Trendline tersebut. Garis ke dua ini “diproyeksikan” sehingga menghubungkan titik-titik puncaknya. Sama halnya dengan Trendline, garis ini minimal harus menghubungkan dua puncak. Jadilah sebuah UP CHANNEL atau juga sering disebut sebagai ASCENDING CHANNEL.
Sedangkan untuk menggambar sebuah DOWN CHANNEL; atau sering disebut sebagai
DESCENDING CHANNEL; sama sederhananya dengan menggambar bullish channel.
Pertama, gambar dulu Trendline yang menghubungkan minimal dua puncak. Lalu buat
garis yang sejajar dengan Trendline tersebut menghubungkan minimal dua lembah.
(Bearish Channel)
Meskipun sederhana, channel ini sangat berguna. Channel ini nantinya bisa
kita manfaatkan untuk memperkirakan area buy atau sell. Kedua garis channel
berfungsi sebagai support dan resistance. Garis yang berada di atas berfungsi
sebagai resistance, sedangkan garis yang di bawah berfungsi sebagai support.
Untuk lebih mudah dalam penyebutannya, kita sebut saja kedua garis tersebut
sebagai garis support dan garis resistance.
Ketika harga berada di area garis support, maka Anda bisa mencoba untuk
mencari konfirmasi berupa sinyal bullish untuk melakukan buy, dengan target di
garis resistance. Waspadalah jika harga tembus ke bawah garis support. Jika hal
itu terjadi, ada baiknya untuk mempertimbangkan untuk melepas/menutup transaksi
tersebut. Tentu saja ini nanti juga harus melihat perkembangan situasi pasar.
Mengenai hal ini akan kita bahas nanti, di topik yang lebih lanjut. Tetap ikuti
modul edukasi ini.
Begitu pula ketika harga berada di area garis resistance. Pada saat itu
Anda bisa mencoba untuk mencari konfirmasi sinyal bearish untuk melakukan sell
dengan target di garis support. Tentu saja Anda harus waspada jika garis
resistance tembus setelah Anda melakukan sell.
Sideways Channel
Ada kalanya harga bergerak sideways, sehingga Anda tidak bisa menggambar up
channel atau down channel dengan baik. Dalam keadaan seperti ini, kita bisa
menggambar channel yang mendatar. Kita sebut channel seperti ini sebagai
sideways channel atau ranging channel.
(Sideways Channel)
Di bawah ini adalah contoh grafik yang menyajikan ketiga jenis channel yang
telah kita bahas, yaitu up channel, down channel dan sideways channel.
(Channels)
2.3 Waterfall
Waterfall apabila diartikan secara literature berarti air terjun. Namun
demikian, bagi ilmu komputer dan juga teknologi informasi, waterfall merupakan
salah satu jenis metode yang digunakan dalam melakukan sebuah pengembangan
sistem. Metode pengembangan sistem sendiri dapat diartikan sebagai sebuah
proses mengembangkan dan juga mengubah suatu sistem perangkat lunak atau
software dengan menggunakan teknik teknik tertentu.
Pengembangan sistem dan juga perangkat lunak dari sebuah software komputer
dilakukan secara sekuensial dan juga saling berurutan. Pada model pengembangan
sistem metode waterfall, sebuah pengembangan sistem dilakukan berdasarkan
urutan analisis, desain, pengkodean, pengujian, dan berakhir pada tahap
supporting. Disebut sebagai metode waterfall dikarenakan tahapan dan juga
urutan dari metode yang dilakukan merupakan jenis metode yang berurutan dan
berkelanjutan, seperti layaknya sebuah air terjun.
Tahapan pada Metode Waterfall Ada 5 tahapan yang harus dilewati oleh sebuah
sistem dalam pengembangannya apabila menggunakan implementasi dari metode
pengembangan waterfall. Berikut ini adalah kelima tahapan yang harus dilewati
oleh pengembangan sistem tersebut:
1.
Tahapan
Analisis Tahapan analisis mengacu pada fenomena dan juga permasalahan yang
terjadi, dan mengapa sebuah aplikasi sangat penting untuk dibuat dalam
mengatasi masalah atau fenomena tersebut. Kemampuan analisis tidak tidak hanya
dibebankan pada programmer saja, namun bisa juga dibebankan pada ahli ekonomi
dan juga sosial politik.
2.
Tahapan
Desain Tahapan berikutnya adalah pembuatan desain dari sebuah sistem. Dalam
tahapan ini, tidak hanya desain interface sistemnya saja yang dkembangkan,
namun juga dikembangkan desain dari alur sistem tersebut, hingga bagaimana satu
sistem tersebut bisa bekerja, mulai dari tampilan awal, fungsi-fungsi tombol,
hingga ioutput yang akan dihasilkan nantinya. Sponsors Link
3.
Tahapan
Pengkodean Pengkodean merupakan tahapan yang wajib dilakukan oleh mereka yang
mengerti bahasa pemrograman, Untuk menjalankan desain sistem yang sudah dibuat,
maka kemudian kode dan juga script akan dimasukkan ke dalam desain sistem
tersebut, sehingga nantinya desain dari sistem tersebut bisa berjalan dengan
lancar dan juga baik.
4.
Tahapan
Pengujian Setelah sistem selesai dilakukan pengkodean, maka sistem tersebut
akan diuji sebelum dilemparkan ke dalam pasaran untuk digunakan oleh user.
Dalam pengujian dilihat apakah sistem dapat bekerja dengan baik, tampilan
interface sesuai harapan, dan semua fungsinya bisa digunakan dengan baik dan
lancar.
5.
Tahapan
Supporting Tahapan supporting mengacu pada update – update dari sebuah sistem
yang mungkin mengalami kerusakan, perbaikan terhadap sistem yang mengalami
corrupt dan kerusakan, serta penambahan fitur – fitur baru pada sistem
tersebut. Tahap supporting sangat ditentukan oleh kebutuhan dari user, dan
apabila sebuah sistem memiliki support yang baik, maka sistem tersebut akan
berkembang dengan sangat baik.
Kelebihan dan Kekurangan dari Metode Waterfall
Sebagai sebuah metode dalam mengembangkan sistem, tentu saja metode
waterfall memiliki beberapa kelemahan dan juga kelebihan. Berikut ini adalah
beberapa kelebihan dan juga kekurangan dari metode waterfall dalam
mengembangkan sistem:
1.
Kelebihan
·
Memiliki
proses yang urut, mulai dar analisa hingga support
·
Setiap
proses memiliiki spesifikasinya sendiri, sehingga sebuah sistem dapat
dikembangkan sesuai dengan apa yang dikehendaki (tepat sasaran)
·
Setiap
proses tidak dapat saling tumpang tindih.
1.
Kekurangan
·
Proses yang
dilakukan cenderung panjang dan juga lama
·
Biaya
penggunaan metode yang cenderung mahal
·
Membutuhkan
banyak riset dan juga penelitian pendukung untuk mengembangkan sistem
menggunakan metode waterfall
2.3.1 Waterfall Chart
Waterfall Chart adalah bentuk visualisasi data yang membantu dalam memahami
efek kumulatif dari berurutan memperkenalkan nilai-nilai positif atau negatif.
Grafik air terjun ini juga dikenal sebagai grafik batu bata terbang atau grafik
Mario karena suspensi jelas kolom (batu bata) di udara. Sering di bidang
keuangan, maka akan disebut sebagai jembatan. grafik air terjun yang
dipopulerkan oleh perusahaan konsultan strategis McKinsey & Company dalam
presentasi untuk klien. Waterfall Chart biasanya digunakan untuk memahami
bagaimana nilai awal dipengaruhi oleh serangkaian nilai-nilai positif atau
negatif menengah. Biasanya nilai awal dan akhir yang diwakili oleh seluruh
kolom, sedangkan nilai menengah dilambangkan dengan kolom mengambang. Kolom
yang warna-kode untuk membedakan antara nilai-nilai positif dan negatif.
Candlestick Chart
Candlestick merupakan hasil penemuan seorang trader asal Jepang. Tujuan
dari grafik ini sama seperti Bar Chart yaitu sama-sama menunjukkan informasi
terkait harga pembukaan, harga tertinggi, harga terendah, dan harga penutupan.
Perbedaannya dengan Bar Chart terletak pada tampilannya. Candle chart
divisualisasikan ke dalam bentuk batangan lilin agar penggunanya dapat lebih
mudah membaca informasi terkait harga yang terjadi selama sesi tertentu.
Cara membaca Candlestick
Cara membaca candlestick sangatlah mudah daripada kita membaca harga melaui
Bar Chart dan Line Chart. Candlestick berwarna putih adalah Candle bullish
(naik), Sedangkan Candlestick berwarna hitam adalah Candle Bearish (turun).
Perhatikan bahwa pada candle itu ada yang disebut body atau badan, yaitu
selisih antara harga open dan harga close, dan juga shadow (bayangan / ekor),
yaitu selisih antara High / Low dan Open / Close. Panjang body dan shadow dalam
analisis teknikal menggunakan Candlestick memiliki peranan yang sangat penting.
Semakin panjang body dapat diartikan semakin jelas arah pasar yang terlihat
melalui batang Candlestick. Semakin panjang shadow menunjukan semakin besar
tekanan balik yang diberikan pasar atas trend yang tebentuk saat ini. Sebagai
contoh kita lihat Candlestick yang buliish (Putih) yang semakin panjang bodinya
mencerminkan bahwa tren naik sangatlah jelas terbentuk karena jarak antara
open-close semakin jauh.
Dalam sebuah grafik candlestick, terkandung informasi sebagai berikut:
Open : Harga pembukaan dalam 1 batang candle tersebut
Close : Harga penutupan dalam 1 candle tersebut
High : Harga tertinggi dalam 1 candle tersebut (Upper Shadow)
Low : Harga terendah dalam 1 candle tersebut (Lower Shadow)
Keuntungan menggunakan Candlestick chart
• Candlestick chart gampang digunakan.
• Candlestick chart meiliki pola/pattern dengan nama-nama yang unik dan
berbeda-beda.
• Candlestick chart sangat bagus untuk mengenali trend dari trend naik ke
trend turun atau sebaliknya.
Rangkuman tentang Candlestick
• Jika harga penutupan lebih tinggi dari harga pembukaan, maka candlestick
ditampilkan secara transparan/warna putih (warna candle Bullish bisa
disesuaikan selera anda).
• Jika harga penutupan lebih rendah dari harga pembukaan, maka candlestick
ditampilkan dengan warna hitam (warna candle Bearish bisa disesuaikan selera
anda.
• Bagian yang berwarna, entah itu putih/hitam disebut sebagai body candle/
batang candle. Garis vertical yang keluar dari body candle disebut sebagai
shadow (bayangan) dan menampilkan harga tertinggi dan harga terendah.
• Harga tertinggi ditandai dengan ujung atas dari shadow, dan harga
terendah ditandai dengan ujung bawah dari shadow.
Chart Waterfall hampir mirip sebenarnya dengan Candlestick Chart, hanya
bedanya Candlestick Chart memiliki garis vertikal pada bagian tengah bar
chartnya sedangkan untuk Waterfall tidak memiliki garis garis vertikal di
tengah bar chartnya melainkan seperti tersambung setiap bagiannya dan melebar.
Waterfall chart akan sangat berguna sekali ketika kita mau mempresentasikan
suatu hasil misalkan laporan laba tahun Y ketika dibandingkan dengan tahun X.
Dengan Waterfall chart, kita akan langsung tahu faktor apa saja yg paling
dominan yg berpengaruh terhadap perubahan (movement) dr suatu angka.
Waterfall Chart biasa digunakan untuk mengetahui efek dari faktor-faktor
penyebab perubahan "initial value". Dari grafik ini bisa diketahu
kontribusi masing-masing faktor sampai ke nilai akhir. Kontribusi dari faktor
tersebut bisa berupa nilai negatif maupun positif. Jika faktor tersebut
bernilai negatif maka akan mengurangi "initial value", begitu juga
sebaliknya.
Diketahui Target Produksi dan faktor-faktor yang mempengaruhinya sehingga
terdapat deviasi antara Target dengan Aktual. Faktor-faktor yang mempengaruhi
perbedaan Target dengan Aktualnya diantaranya : Jumlah Alat, Availability Alat
(jam ready for use dari alat), Utilisasi (jam alat tersebut digunakan), dan
Produktivitas Alat.
Dari target awal terdapat penambahan nilai (Gain) dari produksi dari jumlah
alat sehingga nilainya menjadi naik. Nilai tersebut dikurangi dengan
availability alat (Loss) karena tidak sesuai dengan target. Begitu seterusnya
untuk utilisasi dan produktivitas, sehingga didapat nilai aktual.
Analisis persediaan menggunakan
grafik waterfall
2.4 Metode Penelitian
Metode penelitian dalam pembuatan buku ini adalah study pustaka, dan study
surfing di internet dimana dalam hal ini penulis mencari materi tentang
teknik-teknik tentang membuat chart, kemudian penulis mencoba
mengaplikasikannya dalam membuat chart dengan Google API.
2.5 Sistematika Penulisan
Sebagai gambaran singkat tentang pokok pembahasan penulisan ini, Penulis
akan menguraikannya dalam beberapa bab, dengan sistematika sebagai berikut:















0 komentar:
Posting Komentar